Langsung ke konten

Apa itu GPT (Generative Pre-trained Transformer)?

Arsitektur model bahasa kecerdasan buatan berbasis Transformer yang dilatih memprediksi kata berikutnya untuk menghasilkan teks alami layaknya manusia.

Apa itu GPT?

GPT (Generative Pre-trained Transformer) adalah keluarga model bahasa besar (Large Language Model) yang dikembangkan oleh OpenAI. Sejak diperkenalkannya makalah ilmiah transformer oleh tim peneliti Google pada tahun 2017, OpenAI mengadaptasi mekanisme atensi (self-attention) tersebut untuk menciptakan serangkaian model GPT, mulai dari GPT-1 (2018), GPT-2 (2019), GPT-3 (2020), GPT-4 (2023), hingga model multimodal dan penalaran modern seperti GPT-4o.

Nama GPT merangkum tiga pilar teknis arsitekturnya:

  1. Generative (Generatif): Model memiliki kemampuan memproduksi data baru berupa teks, baris kode pemrograman, atau data terstruktur yang runtut dan gramatikal.
  2. Pre-trained (Pra-pelatihan): Model telah dilatih terlebih dahulu menggunakan korpus data bacaan internet raksasa dengan tugas memprediksi kata selanjutnya secara mandiri sebelum diarahkan untuk tugas-tugas spesifik.
  3. Transformer (Arsitektur Jaringan): Menggunakan arsitektur jaringan saraf transformer yang memungkinkan pemrosesan kata secara paralel dan mampu mengukur keterkaitan makna antar-kata yang berjarak jauh dalam satu paragraf.

Cara kerja generasi teks pada GPT

  1. Tokenisasi Teks: Kalimat masukan pengguna dipecah menjadi token-token biner menggunakan kamus tokenizer (seperti cl100k_base atau o200k_base pada model GPT-4o).
  2. Layer Self-Attention: Setiap token dihitung nilai atensinya terhadap seluruh token lain dalam kalimat untuk memahami konteks lengkapnya.
  3. Prediksi Autoregresif: Lapisan keluaran memprediksi distribusi probabilitas untuk satu token berikutnya. Satu token terpilih dicetak, lalu digabungkan kembali ke barisan masukan untuk memprediksi token berikutnya sampai tanda henti tercapai.

Contoh penerapan dan tarif resmi pengembang

Penyedia OpenAI menyediakan akses antarmuka API komersial berbasis arsitektur GPT dengan penagihan per 1 juta token. Per tanggal pengecekan 27 September 2026 pada dokumentasi resmi pengembang:

  • GPT-4o mini:
    • Input token standar: $0,15 per 1 juta token masukan.
    • Cached input token: $0,075 per 1 juta token (diskon 50%).
    • Output token standar: $0,60 per 1 juta token keluaran.
    • Batas context window: 128.000 token dengan batas maksimum keluaran 16.384 token.
    • Rujukan resmi: openai.com/api/pricing/ (Pengecekan: 27 September 2026).
  • GPT-4o:
    • Input token standar: $2,50 per 1 juta token masukan.
    • Cached input token: $1,25 per 1 juta token masukan.
    • Output token standar: $10,00 per 1 juta token keluaran.
    • Batas context window: 128.000 token dengan batas maksimum keluaran 16.384 token.
    • Rujukan resmi: openai.com/api/pricing/ (Pengecekan: 27 September 2026).

Batasan dan salah paham umum

  • GPT bukan satu-satunya model AI: Istilah GPT kerap disamaratakan dengan semua chatbot AI. Faktanya, Claude (Anthropic), Gemini (Google), Llama (Meta), dan DeepSeek dibangun oleh organisasi independen yang berbeda dengan arsitektur dan bobot latih masing-masing.
  • GPT tidak mencari kebenaran mutlak: Model bekerja berdasarkan statistik probabilitas urutan kata yang paling masuk akal. Tanpa integrasi penelusuran fakta terkini atau sistem grounding, GPT dapat merangkai kalimat meyakinkan yang keliru secara faktual.
  • Bukan sistem serba tahu instan: Kemampuan GPT dibatasi oleh tanggal batas pengetahuan (knowledge cutoff) data pelatihannya dan instruksi pengaman sistem yang diterapkan pengembang.

Rujukan resmi

  • OpenAI Research: Improving Language Understanding by Generative Pre-Training (Makalah Perdana GPT-1, Pengecekan: 27 September 2026, rujukan resmi: openai.com/research/language-unsupervised).
  • OpenAI Platform Documentation: Models Overview & API Pricing (Pengecekan: 27 September 2026, rujukan resmi: platform.openai.com/docs/models).

Istilah Terkait

Model AILLM (Large Language Model)ChatGPTToken AIInput TokenOutput Token